Langsung ke konten utama

Rekomendasi Sekolah Kedinasan Yang Boleh Mempersyaratkan Mata Minus dan Menggunakan Kacamata

 Sekolah kedinasan bermata minus & berkacamata – Halo sobat blogku, gimana nih untuk lanjutan studinya?, apakah ke sekolah kedinasan?, atau ke perguruan tinggi negeri/swasta mana?, Aku harap kalian sudah mempersiapkan langkah kalian selanjutnya ya. Pada konten blog kali ini, aku akan membahas tentang rekomendasi sekolah kedinasan yang boleh mempersyaratkan mata minus & menggunakan kacamata. Hmm menarik bukan?, bagi kamu yang ingin mendaftar sekolah kedinasan namun masih ragu karena memiliki riwayat mata minus dan menggunakan kacamata aku harap tidak insecure dan putus asa ya, sebab masih ada lo sekolah kedinasan yang masih memberikan toleransi perihal mata minus dan menggunakan kacamata. Simak penjelasan artikel di bawah ini.




Beberapa sekolah kedinasan pasti mempersyaratkan bagi calon Taruna maupun Taruni yang memiliki riwayat kesehatan mata minus dan menggunakan kacamata. Nah, lalu apakah boleh sobat blogku sekalian mendaftar di sekolah kedinasan tetapi memiliki riwayat mata minus & berkacamata?. Sekolah kedinasan apa saja yang masih memberikan toleransi untuk syarat tersebut?, berikut daftarnya:

Baca Juga: 5 Daftar Sekolah Ikatan Dinas Yang Sepi Peminat namun Memiliki Prospek Kerja Bagus.

5 Rekomendasi Sekolah Kedinasan Yang masih Memperbolehkan Syarat Mata Minus & Menggunakan Kacamata.

1.) Politeknik Keuangan Negara STAN ( PKN STAN ).

PKN STAN adalah sekolah kedinasan yang berada dibawah naungan dan tanggung jawab Kementerian Keuangan ( Kemenkeu ). Tahukah kalian?, untuk program studi Kepabeanan dan Cukai tidak mempersyaratkan secara khusus perihal mata minus dan memakai kacamata. Namun, program studi Kepabeanan dan Cukai memiliki syarat sebagai berikut:

Program studi D-I Kepabeanan dan Cukai

  • - Untuk laki-laki tinggi badan minimal 165 cm.
  • - Untuk perempuan tinggi badan minimal 155 cm.

Program studi D-III Kepabeanan dan Cukai

  • - Tidak cacat secara fisik.
  • - Tidak buta warna.
  • - Bagi pengguna kacamata berlensa konta minus ( rabun jauh ) atau plus ( rabun dekat ) dan atau silindris diberikan toleransi maksimal sampai rentan ukuran 2 dioptri.

Jadi, program studi Kepabeanan & Cukai tidak mempermasalahkan perihal kondisi mata. Namun, sobat blogku harus tetap memenuhi syarat di atas ya.

Cek lebih lengkap tentang PKN STAN di sini.

2.) Politeknik Statistika STIS.

Polstat STIS merupakan sekolah tinggi kedinasan yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik ( BPS ). Bagi yang ingin mendaftar di STIS harap bisa memenuhi syarat, karena di STIS memiliki batasan maksimal yang bisa ditoleransi bagi pengguna kacamata.

Syarat mengenai kondisi mata di Polstat STIS yaitu tidak buta warna baik itu parsial maupun total. Namun, bagi yang bermata minus ( rabun jauh ) dan plus ( rabun dekat ) masih bisa ditoleransi yakni di bawah 6 dioptri. Gimana? cukup besarkan toleransinya untuk persyaratan kondisi mata.

Cek lebih lengkap tentang STIS di sini.

3.) Sekolah Tinggi Intelijen Negara ( STIN ).

STIN juga masih memperbolehkan lo mengenai kriteria kondisi mata. Pada kriteria STIN memberlakukan calon Taruna/Taruni menggunakan kacamata dengan batas maksimal minus ( rabun jauh ) (-1) dan plus ( rabun dekat ) +1. Selain itu, STIN juga tidak mempersyaratkan calon Taruna/Taruni memiliki buta warna.

Cek lebih lengkap tentang STIN di sini.

4.) Politeknik Siber Sandi Negara ( POLTEK SSN ).

Pendaftaran seleksi masuk POLTEK SSN, persyaratan untuk kondisi mata hanya yang memiliki riwayat tidak buta warna. Apakah yang bermata minus dan berkacamata dilarang?. Jawabannya tidak, karena POLTEK SSN tidak memiliki syarat khusus tertentu bagi pengguna kacamata. Maka, kemungkinan besar masih diperbolehkan mendaftar di POLTEK SSN ini.

Cek lebih lengkap tentang POLTEK SSN di sini.

5.) Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( STMKG ).

Terakhir ada STMKG yang tidak memiliki syarat tertentu untuk kondisi mata minus dan menggunakan kacamata. Persyaratan umum STMKG hanya mengutamakan pada kondisi keshatan fisik meliputi:

  • - Berbadan sehat jasmani & rohani.
  • - Tidak buta warna baik itu parsial ataupun total.

Bagi calon Taruna/Taruni yang berkacamata masih diberikan toleransi dengan ketentuan maksimal minus (-2), spheris dan tidak silinder.

Cek lebih lengkap tentang STMKG di sini.

Itulah 5 rekomendasi sekolah kedinasan yang tidak memiliki ketentuan khusus perihal kondisi mata. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi sobat blogku semua.

Baca artikel lain juga:

Sekolah Kedinasan dan Ikatan Dinas Terbaik di Indonesia.

9 Program Studi Soshum Dengan Persaingan Terketat di SNMPTN 2021.

5 Hal Penting Yang Perlu Dipersiapkan Untuk Mendaftar SNMPTN.

Rahasia Cara Memilih Program Studi Di Perguruan Tinggi.

Share jika dirasa bermanfaat

Dan jika ada saran atau kritikan silakan berkomentar


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Dia Program Studi ITB Sepi Peminat di SBMPTN 2020 beserta Daya Tampung di SBMPTN 2021 (TERBARU)

  Gudang Edukasi  – Halo sobat blogku, pada artikel kali ini aku akan membahas mengenai Program Studi ITB Yang Sepi Peminat Pada SBMPTN 2020 beserta Daya Tampung di SBMPTN 2021 . Profil ITB Institut Teknologi Bandung atau ITB merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat. Pada awalnya, tepatnya tanggal 3 Juli 1920 bernama TH te Bandoeng , lalu setelah itu pada tanggal 2 Maret 1959 berganti nama menjadi ITB secara resmi. ITB menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) pada tanggal 14 Oktober 2013 . ITB memiliki lebih dari 20 Program Studi yang terakreditasi Internasional sembilan Program Studi diantaranya dari ABET ). Baca Juga:  20 Program Studi UNEJ Yang Sepi Peminat di SBMPTN 2020 (UPDATE) Berikut adalah 12 Fakultas ITB yang tersebar di jenjang S1, S2, hingga S3: 1.) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 2.) Sekolah Farmasi (SF) 3.) Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) 4.) Fakultas Teknik Pertam...

20 Program Studi di UB Yang Sepi Peminat Pada SBMPTN 2020 beserta Daya Tampung di SBMPTN 2021

  Jamet Info – Mana nih sobat ambis UB ?, sudah tau apa belum nih prodi mana yang akan dituju?, bagi yang belum tau tenang aja, aku akan membahasnya di artikel ini. Simak dan baca ya!. SBMPTN 2021 agak sedikit berbeda dengan SBMPTN di tahun-tahun sebelumnya. Sebab, pada SBMPTN 2021 ini akan ada daftar 85 Perguruan Tinggi Negeri dan ada tambahan dari 40 Politeknik yang berada di seluruh Indonesia. Penambahan ini tentunya untuk memberikan kuota tambahan pada PTN/Politeknik yang kekurangan jumlah Mahasiswa. Dari 85 PTN dan 40 Politeknik tersebut, aku akan membahas tentang Universitas Brawijaya (UB) . Baca Juga:  20 Program Studi UNPAD Yang Sepi Peminat di SBMPTN 2020 . Berdasarkan laman resmi Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) , data jumlah pendaftar di SBMPTN 2020 , ada sekitar 20 Program Studi di UB yang jarang sekali diminati . Berikut daftar 20 Program Studi di UB dari SAINTEK dan SOSHUM yang sepi peminat pada SBMPTN 2020 dan Daya Tampung di SBMPTN 2021 : Kelo...

Mengenal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Kumpulan Soal SKD Terbaru (PDF)

  Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) – Halo sobat blogku, kalian tau nggak definisi dari SKD?, bagi yang mau mencoba daftar CPNS maupun Sekolah Kedinasan wajib tau nih mengenai definisi SKD dan jenis-jenis soalnya. Apa itu SKD ?, dan apa fungsi dan tujuannya? SKD atau kepanjangan dari Seleksi Kompetensi Dasar yang merupakan salah satu tes seleksi yang digunakan untuk syarat melamar menjadi CPNS atau sekolah kedinasan . SKD ini diadakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) . Fungsi dan tujuan dari SKD ini adalah untuk menguji karakteristik dan kemampuan peserta yang meliputi ilmu pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang baik sebagaimana mencerminkan attitude menjadi ASN/PNS di Indonesia. Kalian pasti bertanya-tanya, apasih kak kompetensi dasar itu?. Baik, simak penjelasan berikut. Berdasarkan Permen PAN-RB No. 23 Tahun 2019 , Kompetensi Dasar adalah kemampuan dan karakteristik dalam diri seseorang berupa pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang menjadi ciri-ciri seor...